Ternyata Ini yang Membedakan Parket Kayu Indoor dan Outdoor
Perbedaan Parket Kayu Indoor Outdoor - Belakangan ini penggunaan parket kayu semakin banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, baik untuk kebutuhan indoor maupun outdoor.
Hal itu bukan sebab, mengingat tampilan visual kayu dapat menyuguhkan nuansa natural sekaligus elegan yang sulit ditiru oleh material sintetis.
Namun yang menjadi pertanyaannya, apa yang membedakan parket kayu indoor dengan outdoor?
Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasan dibawah ini.
4 Perbedaan Parket Kayu Indoor dan Outdoor
1. Jenis Kayu
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa jenis kayu merupakan salah satu faktor pembeda antara parket kayu indoor dan outdoor.
Parket kayu indoor cenderung mengedepankan tampilan visual, kenyamanan, serta kesesuaian dengan konsep interior.
Jati dan merbau menjadi jenis kayu paling umum digunakan untuk parket indoor, karena tampilannya yang menarik dan memiliki karakteristik yang cocok untuk lantai dalam ruangan.
Baca selengkapnya: Perbedaan Kayu Jati dan merbau yang wajib diketahui!
Disisi lain, parket kayu outdoor harus menggunakan jenis kayu keras yang tahan terhadap pengaruh cuaca ekstrim.
Seperti halnya kayu ulin, bengkirai, atau merbau yang cocok dijadikan lantai outdoor.
Meski demikian, penggunaan lantai kayu outdoor tetap membutuhkan perhatian khusus agar usia pakainya lebih panjang.
Selain beda jenis kayu, parket kayu outdoor juga biasanya dinamai dengan istilah decking kayu.
2. Tingkat Ketahanan Terhadap Cuaca dan Kelembapan
Idealnya, parket kayu indoor dipasang di dalam ruangan yang terlindungi dari paparan sinar matahari maupun air hujan.
Ya, kondisi tersebut sangat membantu dalam menjaga kestabilan kayu sekaligus mengurangi risiko perubahan bentuk akibat fluktuasi kelembapan.
Namun, parket kayu indoor juga tetap berpotensi mengalami pemuaian, penyusutan, atau kerusakan jika sering terkena paparan air yang berlebih.
Sementara itu, parket kayu outdoor memang dirancang khusus agar lebih tahan terhadap perubahan cuaca secara berulang.
Paparan sinar matahari berpotensi memudarkan warna kayu, sedangkan air hujan dan kelembapan tinggi akan memicu pertumbuhan jamur dan kerusakan jika tidak dirawat dengan baik.
Pada penggunaan outdoor tanpa perlindungan atap, sebaiknya gunakan jenis kayu yang cocok untuk cuaca ekstrim dengan pemasangan sistem drainase yang memadai.
Tak hanya itu, penting juga untuk memberi lapisan pelindung khusus eksterior untuk memperlambat kerusakan permukaan lantai.
3. Proses Pemasangan
Parket kayu indoor biasanya harus dipasang pada permukaan dasar lantai yang rata, bersih, kokoh, dan kering untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Adapun pemasangan parket kayu outdoor yang membutuhkan konstruksi rangka sebagai penopangnya.
Selain itu, perhatikan juga kondisi dasar permukaan, tingkat kemiringan, dan jarak antar papan.
Sedikit saja kesalahan dalam pemasangan, maka akan menyebabkan genangan air, papan kayu melengkung, hingga lebih mudah rusak.
Jika disimpulkan, proses pemasangan parket kayu indoor memang lebih praktis ketimbang parket kayu outdoor.
Baca juga: Perbedaan Parket Kayu Solid dan Vinyl
4. Perawatan
Perawatan parket kayu indoor relatif lebih mudah karena tidak berhadapan langsung dengan paparan cuaca.
Ya, parket kayu indoor hanya perlu dibersihkan secara rutin dengan menggunakan sapu berbulu lembut, vacuum cleaner, dan kain yang sedikit dibasahi air.
Tak seperti parket kayu outdoor yang harus diberi perhatian ekstra karena rentan terkena debu, paparan matahari, air hujan, dan berbagai kotoran lainnya.
Penting melakukan pengecekan secara berkala untuk mengetahui kondisi permukaan lantai, seperti terjadai perubahan warna, retakan, jamur, atau kerusakan pada lapisan pelindungnya.
Apabila permukaan parket kayu mulai terlihat memudar dan kusam, lakukan coating ulang dengan produk finishing yang sesuai.
Nah, itu dia berbagai perbedaan parket kayu indoor dan outdoor. Jadi, anda mau pilih yang mana?





Posting Komentar untuk " Ternyata Ini yang Membedakan Parket Kayu Indoor dan Outdoor"
Posting Komentar