Ingin Tahu Kelebihan dan Kekurangan Lantai Kayu Merbau?
Kelebihan Kekurangan Lantai Kayu Merbau - Merbau termasuk salah satu jenis kayu keras karena strukturnya yang begitu rapat dan padat.
Sehingga kayu ini sangat ideal digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi, termasuk pelapis lantai.
Namun seperti material pada umumnya, lantai kayu merbau juga memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.
Kelebihan Lantai Kayu Merbau
1. Tampilan yang Mewah dan Elegan
Secara visual, lantai kayu merbau mengusung warna merah kecokelatan yang dapat menciptakan kesan mewah, elegan, dan kehangatan.
Disisi lain, serat kayunya terlihat unik dan bervariasi sehingga setiap papannya memiliki tampilan berbeda.
Terlebih saat diberi lapisan finishing, warna kayu merbau akan semakin tajam dengan kilauan alami yang begitu memukau.
Tentunya lantai kayu merbau sangat ideal diaplikasikan di ruang tamu, ruang kerja, ruang keluarga, kamar tidur, hingga bangunan komersil.
2. Kokoh dan Awet
Sebagaimana yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa merbau termasuk jenis kayu keras yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.
Itu artinya, lantai kayu merbau tidak akan mudah mengalami retak, pecah, maupun perubahan bentuk meski digunakan dalam jangka panjang.
Karakteristik ini tentunya membuat lantai kayu merbau dapat menahan beban furniture maupun aktivitas penghuni rumah.
Dengan pemasangan yang benar dan perawatan berkala, lantai ini bisa bertahan selama puluhan tahun tanpa mengurangi kualitas secara signifikan.
Itu sebabnya, mengapa penggunaan lantai kayu merbau bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang.
3. Tahan Rayap dan Jamur
Pada dasarnya, kayu merbau memiliki kandungan minyak alami yang cukup tinggi.
Nah, kandungan minyak alami tersebutlah yang berperan sebagai pelindung dari serangan rayap, jamur, atau hama serangga lainnya.
Sehingga kelebihan ini membuat biaya perawatannya menjadi lebih ringan dibanding dengan beberapa jenis kayu lain yang memerlukan treatment tambahan.
Kekurangan Lantai Kayu Merbau
1. Harga Lebih Mahal Dibanding Keramik
Dari segi harga, lantai kayu merbau memang lebih mahal jika dibandingkan dengan keramik maupun granit.
Mahalnya harga tersebut tak hanya seputar papan kayunya saja, namun juga meliputi proses pemasangan dan finishing yang membutuhkan tukang professional.
Meski harganya relatif mahal, hal ini sangat sebanding dengan kualitas lantai kayu merbau yang awet dan tahan lama.
Bahkan, penggunaan lantai kayu merbau juga dapat meningkatkan nilai jual property karena tampilan visualnya yang begitu menarik.
2. Memerlukan Perawatan Berkala
Walaupun karakteristiknya tahan terhadap cuaca, lantai kayu merbau tetap harus diberi perawatan rutin untuk menjaga tampilannya.
Ya, debu maupun kotoran ringan harus segera dibersihkan karena bisa menyebabkan goresan halus pada permukaan finishing lantai.
Tak hanya itu, lapisan pelindung seperti coating kemungkinan harus diperbarui setelah beberapa tahun penggunaan, terlebih di area dengan lalu lintas yang tinggi.
3. Berpotensi Mengalami Perubahan Warna
Perlu diketahui, kayu merbau memiliki karakter alami yang membuat warnanya bisa berubah secara perlahan akibat paparan sinar matahari dan proses oksidasi.
Dalam beberapa kondisi, tampilan visual kayu merbau yang awalnya cokelat kemerahan berubah menjadi lebih gelap setelah penggunaan lama.
Sebenarnya perubahan warna tersebut merupakan proses alami dan wajar karena tidak mempengaruhi kualitasnya.
Tapi bagi sebagian orang, mungkin perubahan warna lantai kayu merbau cukup mengganggu karena tampilan visualnya yang dirasa kurang menarik.
Maka dari itu, perlunya dilakukan re-coating atau pengecatan ulang untuk mengembalikan tampilan warna alami lantai kayu merbau.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai kelebihan dan kekurangan lantai kayu merbau.




Posting Komentar untuk " Ingin Tahu Kelebihan dan Kekurangan Lantai Kayu Merbau? "
Posting Komentar